Imes, Aplikasi Chatting yang Mengundang Tanya
"Saya tidak pernah mendengar nama Imes sebelumnya," Itulah perkataan Setya Novanto, Ketua DPR RI, sewaktu memberikan sambutan di acara peluncuran Imes, sebuah layanan percakapan yang dibuat oleh PT Gobsindo Utama berkantor di sebuah gedung di Jalan Jenderal Gatot Subroto Jakarta.

Saat itu Setya berbagi komentar singkatnya sewaktu diundang untuk menghadiri acara peluncuran yang dilangsungkan di ruang pertemuan hotel berbintang di Kawasan Niaga Sudirman hari Sabtu (28/2) ini.

Meski demikian, acara peluncuran tersebut terbilang mewah karena mampu menghadirkan Ketua DPR RI untuk memberikan sambutan di acara peluncuran aplikasi, begitu pula Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, Menteri Perindustrian Saleh Husin, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Sang pembuat memanfaatkan jargon "karya anak bangsa" untuk memasarkan produk ini. Mereka bertekad menjadikan Imes sebagai standar layanan percakapan dari Indonesia layaknya WeChat yang jaya di Tiongkok, Line di Jepang, atau KakaoTalk di Korea.

Imes bukanlah satu-satunya layanan percakapan dari Indonesia, ada layanan bernama Catfiz Messenger yang dibuat oleh pengembang asal Surabaya dan kini sudah diunduh sebanyak 1 juta hingga 4 juta di Play Store.

Managing Director PT Gobsindo Utama Sonny J Tendean mengungkapkan harapan untuk meraup 60 juta pengguna dalam waktu empat tahun. Caranya dengan menawarkan fitur berbagi file berukuran besar yakni maksimal 250 megabit dan membuat grup beranggotakan 2.000 pengguna sekaligus.

Namun, bagaimana caranya memikat para pengguna yang sudah nyaman dengan ekosistem layanan percakapan yang sudah ada.

"Para pengguna bisa mendukung karya anak bangsa dengan menggunakan layanan percakapan ini," ujar Sonny tanpa mengungkap lebih detail caranya.

Bukan itu saja yang belum dijelaskan oleh Imes. Meskipun saat ini tersedia untuk sistem operasi Android saja, Imes tidak dapat ditemukan di Play Store tapi hanya bisa diunduh melalui situs resmi mereka yakni imesmessenger.com. Sonny beralasan, mereka menginginkan agar aplikasi tersebut digunakan oleh orang Indonesia saja sehinga dibagikan secara terbatas.

Alasan tersebut tentu juga mengundang tanya karena pengguna dari luar negeri pun bisa berkunjung ke situs resmi dan mengunduhnya sendiri. Aplikasi ini justru sulit ditemukan oleh pengguna bila tidak tercantum dalam Play Store atau pasar aplikasi lainnya.

Terdapat dua unit ponsel yang disediakan di bagian depan ruang menuju acara peluncuran Imes agar para tamu bisa mencoba-coba sendiri.

Sekilas dicoba, layanan ini mirip dengan layanan percakapan lain lengkap dengan sticker seperti di layanan percakapan kebanyakan, atau Blitz! layaknya Ping! dalam BBM.

Bagian pengaturan memberikan kontrol cukup mendetail bagi pengguna misalnya memastikan pengunduhan file berlangsung bila penerima mengizinkannya.

Pendaftaran Tidak Mudah?

Sayangnya pengalaman tersebut tidak bisa dirasakan di ponsel milik sendiri karena untuk mendaftar sebagai pengguna Imes tidaklah segampang layanan lain. Ada kelebihan karena Imes tidak mengharuskan pengguna memiliki nomor telepon tapi prosesnya ternyata tidak segampang yang diduga.

Kompas/Didit Putra Erlangga Raharjo Screenshot proses pendaftaran Imes yang sulit (kiri) dan kartu berisi kode registrasi Imes (kanan).

Setelah mengunduh dari situs resminya, Kompas mencoba untuk masuk ke halaman pendaftaran dan menjumpai lima baris isian yakni ID, alamat surel dan harus dikonfirmasi sekali, serta kata sandi yang diinginkan dan dikonfirmasi sekali lagi.

Setelah menekan tombol "kirim" proses otentikasi berlangsung lama hingga muncul pemberitahuan bahwa telah terjadi kesalahan dan meminta kita untuk menghubungi administrator.

Dari peluncuran yang dilangsungkan pukul 14.00, usaha untuk mendaftar Imes terus berlangsung hingga pukul 17.00 dan tidak kunjung berhasil.

Sewaktu ditanyakan ke Sonny, dia beralasan bahwa internet yang tidak kencang menjadi alasannya. Dia malah mengeluarkan kartu berisi rangkaian kode sebanyak 10 karakter lebih yang dipakai untuk mendaftar. Padahal, penggunaan kartu untuk mendaftar sama sekali tidak disinggung di dalam acara peluncuran maupun sesi penjelasan produk.

Sekali lagi Sonny ditanya tempat untuk mendapatkan kartu tersebut dan dijawab "ada di pasaran" dan dia bergegas pergi. Dalam rilis resmi yang dikirimkan juga tidak dijelaskan mengenai cara untuk mendaftar sebagai pengguna Imes.

Meski demikian, Rudiantara menaruh optimisme terhadap Imes dengan menyebutnya sebagai layanan over the top yang ada berasal dari Indonesia. Artinya memanfaatkan tenaga dari Indonesia, berkantor di Indonesia dan tentunya membayar pajak ke Indonesia.

Rudiantara juga berharap Imes bakal menjadi percontohan mengenai bagaimana layanan OTT memiliki model bisnis yang bisa dijalankan di Indonesia. Selama ini hubungan operator dan OTT layaknya benci dan cinta, keduanya saling membutuhkan tapi kerap tidak akur.

Semoga saja harapan tersebut bisa dijawab.
Imes, Aplikasi Chatting yang Mengundang Tanya

SHARE
Liverpool Tumbangkan Manchester City
Laga Big Match Premier League pada Minggu (01/3) antara Liverpool lawan Manchester City akhirnya berakhir dramatis untuk kemenangan tuan rumah , skor akhir adalah 2-1.

Baru 11 menit berjalan , Stadion Anfield bergemuruh menyambut gol indah dari Jordan Henderson lewat sepakan kerasnya.

Akan tetapi Manchester City tak mau kalah , tepatnya menit 26 , Edin Dzeko samakan kedudukan setelah manfaatkan umpan terobosan dari Sergio Aguero yang sukses pancing 3 bek Liverpool , skor 1-1 bertahan hingga usainya babak pertama.

Babak kedua , pertandingan semakin memanas , pada menit 75 , The Reds benar-benar unggul kembali atas lawannya lewat tendangan jarak jauh Philippe Coutinho yang fantastis jebol gawang Hart.

Kemenangan ternyata dapat diraih tuan rumah sampai babak kedua usai , dengan kemenangan ini Liverpool raih 48 poin dan bertengger di posisi 5 klasemen sementara Premier League.

SHARE
Pengguna BBM Bisa Buat "PIN Cantik" Sendiri
Blackberry baru saja mengumumkan pembaruan untuk piranti lunak Blackberry Messenger (BBM) buatannya. Hal menarik yang jadi sorotan adalah pengguna BBM versi baru bisa memilih sendiri nomor PIN yang akan digunakan.

Fitur memilih PIN tersebut tidak terbatas pada BBM yang digunakan di perangkat genggam Blackberry saja. BBM untuk Android dan iOS pun mendapatkan pemutakhiran serupa.

Namun pembuatan PIN kreasi sendiri itu bukan tanpa syarat. Pengguna bisa membuat PIN pilihan dengan cara membelinya di BBM Shop. Harga yang ditawarkan adalah 1,99 dollar AS per bulan.

Selanjutnya, pengguna juga bisa berlangganan BBM tanpa iklan jika pengguna membayar biaya berlangganan 0,99 dollar AS per bulan.

Senior Vice President BBM Software Development Herman Li melalui keterangan resminya kepada KompasTekno, Senin (2/3/2015) mengatakan, "Pembaruan ini memberi pengguna kontrol untuk lebih menikmati pengalaman menggunakan BBM dengan menambahkan pilihan personalisasi dan privasi baru."

"Dengan penyesuaian dari pembaruan ini yaitu dengan menggunakan kelebihan dari fitur khusus yang dimiliki platform ini seperti Touch ID di iOS dan dukungan Android Wear kami dapat meningkatkan keseluruhan pengalaman yang unik dari masing-masing platform," imbuhnya.

Pembaruan piranti lunak BBM juga mengahdirkan beberapa fitur lain, yaitu melihat pesan tanpa diketahui oleh pengirim, membuat pesan balasan menggunakan Google Now, dan menerima undangan BBM melalui jam tangan tanpa harus mengakses smartphone.

Penguna iOS juga bisa memasang sandi pada percakapan di BBM mereka atau menguncinya menggunakan TouchID.
Pengguna BBM Bisa Buat "PIN Cantik" Sendiri

SHARE
Real Madrid melakoni jornada ke-25 La Liga menjamu Villareal di Estadio Santiago Bernabeu, seperti biasa EL Real tampil dengan tak-tik 4-3-3, dengan trio BBC di lini depan.

Di awal babak pertama sang tamu lebih dulu berinisiatif menyerang dan menciptakan peluang, menit 13 kemelut di dalam kotak pinalti EL Real tidak berhasil dituntaskan menjadi gol.

Madrid berusaha keluar dari tekanan, alhasil pada menit ke 30, Gareth Balle berhasil menyundul bola namun masih tidak menemui sasaran, skor 0-0 menutup laju babak pertama.

Empat menit babak kedua berjalan, Los Blancos mendapatkan keuntunga pinalti, setelah Ronaldo dijatuhkan di dalam kotak pinalti Villareal, CR7 yang maju sebagai algojo sukses mengkonversikan menjadi gol.

Gol ini menjadi gol ke 30 CR7 di pentas La Liga,
Villareal yang berusaha sekuat tenaga, akhirnya dapat membuat kedudukan imbang pada menit 63 lewat kaki Gerardo Moreno, skor pun imbang 1-1.

Real yang berhasrat memambah gol, terus menerus menciptakan peluang, namun keberuntungan tidak memihaknya, alhasil tak ada gol yang tercipta hingga peluit panjang berbunyi.

Skor akhir 1-1, hasil ini cukup mengecewakan pasukan Carlo Anceloti, serta mereka gagal memperlebar jarak dengan seteruh abadinya FC Barcelona,
dua musuh bebuyutan ini sekarang hanya terpaut 2 angka.


SHARE
Ganda Campuran, Keempat untuk Tontowi/Liliyana?
All England 2012 akan selalu ada dalam kenangan pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Itu adalah kali pertama Indonesia menjuarai nomor ganda campuran sejak Christian Hadinata/Imelda Wiguna melakukannya pada 1979. Penantian panjang itu berakhir sudah.

Sukses Tontowi/Liliyana tersebut sekaligus memutus rangkaian sukses Tiongkok yang selalu menjadi juara sejak 2006. Hebatnya, Tontowi/Liliyana berhasil mempertahankan gelar tersebut pada 2013 dan 2014.

Pada All England 2015 yang berlangsung di Barclaycard Arena, Birmingham, 3-8 Maret, Tontowi/Liliyana akan turun sebagai unggulan keempat. Dua pasangan Tiongkok, Zhang Nan/Zhao Yunlei dan Xu Chen/Ma Jin, serta pasangan Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, akan jadi penantang terkuat.

Selain itu ada Ko Sung-hyun/Kim Ha-na dari Korea Selatan, serta pasangan suami istri asal Inggris, Chris Adcock/Gabrielle Adcock. Dari lima nomor yang dipertandingkan, ganda campuran adalah nomor di mana Inggris mampu menembus persaingan saat ini.

Saat tak mampu bersaing di nomor lain, Inggris masih bisa melahirkan juara dari ganda campuran. Nathan Robertson/Gail Emms adalah wakil terakhir tuan rumah yang mampu mempersembahkan gelar juara, pada 2005, sebelum Tiongkok mengambil kendali.

Berikut daftar juara ganda campuran All England.
1899 DW Oakes/Daisey St John (Inggris)
1900 DW Oakes/Daisey St John (Inggris)
1901 FS Collier/EM Stawell-Brown (Inggris)
1902 LU Ransford/EM Moseley (Inggris)
1903 George Thomas/Ethel W Thomson (Inggris)
1904 Henry Marrett/Dorothea Katharine Douglas (Inggris)
1905 Henry Marrett/ Hazel Hogarth (Inggris)
1906 George Thomas/Ethel W Thomson (Inggris)
1907 George Thomas/GL Murray (Inggris)
1908 Norman Wood/Muriel Lucas (Inggris)
1909 Albert Prebble/Dora Boothby (Inggris)
1910 Guy Sautter/Penelope Dora Cundall (Inggris)
1911 George Thomas/Margaret Larminie (Inggris)
1912 Ernest Edward Shedden Hawthorn/Hazel Hogarth (Inggris)
1913 Guy Sautter/ME Mayston (Inggris)
1914 George Thomas/Hazel Hogarth (Inggris)
1915-19 Tidak digelar karena Perang Dunia I
1920 Sir George Thomas/Hazel Hogarth (Inggris)
1921 Sir George Thomas/Hazel Hogarth (Inggris)
1922 Sir George Thomas/Hazel Hogarth (Inggris)
1923 Gordon 'Curly' Mack (Ireland)/Margaret Tragett (Inggris)
1924 Frank Devlin (Irlandia/Kathleen 'Kitty' McKane (Inggris)
1925 Frank Devlin (Irlandia)/Kathleen 'Kitty' McKane (Inggris)
1926 Frank Devlin (Irlandia)/Eveline Grace Peterson (Inggris)
1927 Frank Devlin (Irlandia)/Eveline Grace Peterson (Inggris)
1928 Albert Harbot/Margaret Tragett (Inggris)
1929 Frank Devlin (Ireland)/Marion Horsley (Inggris)
1930 Herbert Uber/Betty Uber (Inggris)
1931 Herbert Uber/Betty Uber (Inggris)
1932 Herbert Uber/Betty Uber (Inggris)
1933 Donald Hume/Betty Uber (Inggris)
1934 Donald Hume/Betty Uber (Inggris)
1935 Donald Hume/Betty Uber (Inggris)
1936 Donald Hume/Betty Uber (Inggris)
1937 Ian Maconachie (Irlandia)/Thelma Kingsbury (Inggris)
1938 Raymond 'Bill' White/Betty Uber (Inggris)
1939 Ralph Nichols/Betty Staples (Inggris)
1940-46 Tidak digelar karena Perang Dunia II
1947 Poul Holm/Tonny Olsen (Denmark)
1948 Jørn Skaarup/Kirsten Thorndahl (Denmark)
1949 Clinton Stephens/Patsy Stephens (AS)
1950 Poul Holm/Tonny Ahm (Denmark)
1951 Poul Holm/Tonny Ahm (Denmark)
1952 Poul Holm/Tonny Ahm (Denmark)
1953 David Ewe Choong (Malaysia)/June White (Inggris)
1954 John Best/Iris Cooley (Inggris)
1955 Finn Kobbero/Kirsten Thorndahl (Denmark)
1956 Tony Jordan/June Timperley (Inggris)
1957 Finn Kobbero/Kirsten Granlund (Denmark)
1958 Tony Jordan/June Timperley (Inggris)
1959 Poul Erik Nielsen/Inge Birgit Hansen (Denmark)
1960 Finn Kobbero/Kirsten Granlund (Denmark)
1961 Finn Kobbero/Kirsten Granlund (Denmark)
1962 Finn Kobbero/Ulla Rasmussen (Denmark)
1963 Finn Kobbero/Ulla Rasmussen (Denmark)
1964 Tony Jordan/Jennifer Pritchard (Inggris)
1965 Finn Kobberø/Ulla Strand (Denmark)
1966 Finn Kobberø/Ulla Strand (Denmark)
1967 Svend Andersen/Ulla Strand (Denmark)
1968 Tony Jordan/Sue Pound (Inggris)
1969 Roger Mills/Gillian Perrin (Inggris)
1970 Per Walsøe/Pernille Mølgaard Hansen (Denmark)
1971 Svend Pri/Ulla Strand (Denmark)
1972 Svend Pri/Ulla Strand (Denmark)
1973 Derek Talbot/Gillian Gilks (Inggris)
1974 David Eddy/Sue Whetnall (Inggris)
1975 Elliott Stuart/Nora Gardner (Inggris)
1976 Derek Talbot/Gillian Gilks (Inggris)
1977 Derek Talbot/Gillian Gilks (Inggris)
1978 Mike Tredgett/Nora Perry (Inggris)
1979 Christian/Imelda Wigoeno (Indonesia)
1980 Mike Tredgett/Nora Perry (Inggris)
1981 Mike Tredgett/Nora Perry (Inggris)
1982 Martin Dew/Gillian Gilks (Inggris)
1983 Thomas Kihlstrøm (Swedia)/Nora Perry (Inggris)
1984 Martin Dew/Gillian Gilks (Inggris)
1985 Billy Gilliland (Skotlandia)/Nora Perry (Inggris)
1986 Park Joo-bong/Chung Myung-hee (Korea)
1987 Lee Deuk-choon/Chung Myung-hee (Korea)
1988 Wang Pengren/Shi Fangjing (China)
1989 Park Joo-bong/Chung Myung-hee (Korea)
1990 Park Joo-bong/Chung Myung-hee (Korea)
1991 Park Joo-bong/Chung Myung-hee (Korea)
1992 Thomas Lund/Pernille Dupont (Denmark)
1993 Jon Holst-Christensen/Grethe Mogensen (Denmark)
1994 Nick Ponting/Joanne Wright (Inggris)
1995 Thomas Lund/Marlene Thomsen (Denmark)
1996 Park Joo Bong/Ra Kyung-Min (Korea)
1997 Ge Fei/Liu Yong (China)
1998 Kim Dong Moon/Ra Kyung Min (Korea)
1999 Simon Archer/Joanne Goode (Inggris)
2000 Kim Dong-Moon/Ra Kyung-Min (Korea)
2001 Zhang Jun/Gao Ling (China)
2002 Kim Dong-Moon/Ra Kyung Min (Korea)
2003 Zhang Jun/Gao Ling (China)
2004 Kim Dong-Moon/Ra Kyung Min (Korea)
2005 Nathan Robertson/Gail Emms (Inggris)
2006 Zhang Jun/Gao Ling (China)
2007 Zheng Bo/Gao Ling (China)
2008 Bo Zheng/Gao Ling (China)
2009 He Hanbin/Yu Yang (China)
2010 Zhang Nan/Zhao Yunlei (China)
2011 Xu Chen/Ma Jin (China)
2012 Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Indonesia)
2013 Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Indonesia)
2014 Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Indonesia)
Ganda Campuran, Keempat untuk Tontowi/Liliyana?

SHARE
Pelatih PSG Tidak Puas Ditahan Monaco
Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Laurent Blanc, tak puas dengan hasil yang didapat timnya saat berhadapan dengan AS Monaco dalam lanjutan Ligue 1 di Stade Louis II, Minggu (1/3/2015). Kedua tim bermain imbang 0-0.

PSG yang tampil dominan mampu membuat delapan usaha mengancam gawang Monaco. Sementara , tuan rumah hanya empat kali melepaskan tembakan ke arah kiper PSG, Salvatore Sirigu.

"Pertandingan berjalan baik. Namun, dalam sepak bola, Anda harus menunjukkan dominasi dengan mencetak gol. Kami gagal melakukan hal tersebut. Para pemain tidak cukup bagus dalam penyelesaian akhir," kata Blanc kepada L'Equipe.

"Kami memiliki lima sampai enam peluang mencetak gol. Tidak mudah memang bertanding di Monaco. Dari tiga klub papan atas, hanya kami yang mendapatkan poin. Namun, jika melihat pertandingan, satu poin tidaklah cukup," lanjut Blanc.

Hasil ini tetap membuat PSG berada di posisi kedua klasemen Ligue 1 dengan mengumpulkan 53 poin dari 27 pertandingan. Posisi pertama masih ditempati Olympique Marseille dengan keunggulan satu poin. Sementara Monaco masih berada di peringkat keempat dengan 44 poin.

Susunan pemain

AS Monaco: 1-Danijel Subasic; 2-Fabinho, 13-Wallace, 38-Almamy Toure (7-Nabil Dirar 60), 3-Layvin Kurzawa; 8-Joao Moutinho, 28-Jeremy Toulalan, 22-Geoffrey Kondogbia; 15-Bernardo Silva, 23-Anthony Martial (10-Dimitar Berbatov 66), 17-Yannick Ferreira-Carrasco (Matheus Carvalho 85)

Pelatih: Leonardo Jardim

Paris Saint-Germain: 30-Salvatore Sirigu; 23-Gregory van der Wiel, 5-Marquinhos, 2-Thiago Silva, 17-Maxwell; 24-Marco Verratti, 32-David Luiz, 14-Blaise Matuidi (25-Adrien Rabiot 75); 22-Ezequiel Lavezzi (15-Jean-Christophe Bahebeck 76), 9-Edinson Cavani, 27-Javier Pastore

Pelatih: Laurent Blanc

Wasit: Bartolomeu Varela
Pelatih PSG Tidak Puas Ditahan Monaco
SHARE
Henry: Chelsea Bisa Raih Treble
Legenda Arsenal, Thierry Henry, menilai Chelsea bisa meraih tiga gelar juara alias treble pada musim ini.

Pernyataan itu terlontar dari mulut pria Prancis tersebut setelah melihat Chelsea menundukkan Tottenham di laga final Capital One Cup di Wembley, Minggu (01/03). The Blues berhasil menang 2-0 di laga tersebut.

Saat ini, Chelsea berada di puncak klasemen EPL dan terpaut lima poin dari Manchester City yang ada di peringkat dua. Sementara itu, di Liga Champions pasukan Jose Mourinho itu sudah menapak ke babak 16 besar dan berhadapan dengan PSG. Henry pun melihat, kans The Blues merengkuh treble saat ini terbilang besar.

"Saya rasa mereka bisa (meraih treble). Mereka memiliki semua kualitas yang dibutuhkan untuk memenangi treble. Waktu yang akan membuktikan. Namun, laga lawan PSG akan menjadi tugas berat bagi mereka," tutur Henry pada Sky Sports.
Henry: Chelsea Bisa Raih Treble
SHARE